4 Kaidah Mengenal Kesyirikan (Sesi 6) – Ustadz Abu Isa
Rajah dalam Islam sama sekali tidak dibenarkan, sebab ia termasuk menggantungkan sesuatu yang bukan sebab menjadi sebab. Inilah kesyirikan yang terjadi dari masa ke masa. Syirik artinya menyekutukan Allah dalam hal ibadah. Jika ada pernyataan jimat Islam diperbolehkan, barangkali bisa dirinci. Jika yang dimaukan adalah menempelkan ayat ayat Al Quran kepada tubuh yang sakit, maka terjadi silang pendapat di dalamnya. Akan tetapi jika yang digunakan adalah lafadz lafadz yang tidak dikenal maknanya berupa ayat terbalik atau huruf hijaiyah yang tidak ada maknanya, maka yang seperti ini hendaknya untuk dijauhi. Inilah fenomena kesyirikan yang terangkum dalam bahasan menarik 4 Kaidah Mengenal Kesyirikan yang dibawakan oleh Ustadz Abu Isa hafizahullah.
Masih melanjutkan pembahasan dari kitab Al Qawaidul Arba’. Syahadat artinya persaksian atas keesaan Allah, yang diungkapkan dengan lafal Laa ilaaha illallah; tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Allah. Dan bahasan terbaik seputar rukun Islam. Memahami rukun Islam dan rukun iman bersama pakarnya akan menentramkan hati, padanya dibacakan ayat ayat dari Kitabullah dan sunnah Rasulullah. Dan suatu PR bagi para duat ialah adanya upaya melestarikan kepercayaan nenek moyang yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Seperti memberi sesaji untuk penunggu lautan, memberi sajen kepada pohon keramat, etc. Kita bukannya tidak menghargai keberadaan nenek moyang, melainkan menghormati terhadap apa yang pantas mereka terima berupa kesyukuran kepada Allah atas perjuangan mereka dalam babat alas di bumi persada. Inilah agama para Nabi dan Rasul yang asasnya adalah tauhid.
Sekarang, mari kita tinjau hukum ziarah kubur menurut Islam, adakah tuntunan Islam di dalamnya? Ziarah kubur bertujuan dalam rangka mengingatkan kematian bagi para pengunjungnya. Adapun menjadikan kuburan sebagai sesembahan sama sekali tidak dibenarkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, “Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai masjid.” Maka bagaimana halnya mereka yang menyengaja ke makam Rasulullah bukan dalam rangka haji atau umrah?!? Sungguh, nestapa ngalap berkah di makam keramat sudah menjadi hal yang wajar di tengah tengah kaum muslimin. Tauhid adalah menyembah Allah dengan semurni-murninya, bukan menjadikan si Fulan atau Alan sebagai sekutu bagi Allah. Mereka tidak sedang menyembah selain Allah, melainkan minta sebagai perantara saja, inilah syubhat yang digulirkan musyrikin dari masa ke masa. Musyrik adalah lawan kata dari muslim. Sungguh, sekalipun itu syirik khafi, dikhawatirkan menuju syirik yang akbar. Bahaya syirik sudah mencapai status siaga satu: Darurat Tauhid! Mari kita amalkan syahadatain (dua kalimah syahadat) dengan sebenar benarnya. Mari wujudkan tauhid yang murni untuk-Nya.
Leave a Reply