4 Kaidah Mengenal Kesyirikan (Sesi 5) – Ustadz Abu Isa

Tauhid adalah dakwah memurnikan ibadah hanya untuk Allah semata. Dan dikenal darinya macam macam tauhid yang tiga: tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid asma wa shifat. Inilah penjelasan ilmiah materi tauhid yang disarikan dari kitab Al Qawaidul Arba’. Yang mana banyak dari pertanyaan tentang tauhid diulas di sini. Sungguh, suatu kesempatan yang mulia saat kita mulai mempelajari tauhid, ilmu yang mengantarkan seseorang menuju Allah. Dan inilah cakupan atau ruang lingkup tauhid yang diingkari oleh kaum musyrikin, mereka yang tidak rela jika ilah hanya satu saja, “Aja’alal aalihah ilaahaw wahida? inna hadza syai’un ujaab.”

Tauhid rububiyah adalah meyakini bahwa Allah Maha Mengatur, mencipta, dan memberikan rezeki. Sering digandengkan antara bahasan tauhid rububiyah dan tauhid uluhiyah dalam satu pendalaman materi karena keterkaitannya. Lawan dari tauhid yakni syirik. Syirik artinya menyekutukan Allah dalam peribadatan. Kita mengenal macam macam syirik ada dua yaitu syirik besar dan syirik kecil. Dan pada bahasan lalu kita telah menguraikan apa itu syafaat. Syafaat adalah perantaraan yang terangkum dalam video 4 kaidah mengenal kesyirikan episode 04 yang telah lewat: https://youtu.be/EmG7n3NkfyM. Yang mana dalam bahasan tersebut, mendetailkan penjelasan akan syafaat Nabi atau syafaatul uzhma. Juga menjelaskan tentang syafaat Al Quran di alam kubur yang diterima shahibul Quran dan paparan contoh aqidah lainnya.

Ustadz Abu Isa hafizahullah menjelaskan panjang lebar apa itu syirik akbar yang telah mencemari nama baik tauhid atas dalih syafaat? Musyrik tetaplah musyrik kecuali ia bertaubat. Musyrik adalah sebutan bagi mereka yang menyekutukan Allah. Dan yang patut diwaspadai ialah hadirnya syirik khafi dalam setiap amalan hamba. Bahaya syirik tidak hanya satu atau dua saja. Banyak dan tidak terhitung. Salah satu contoh kesyirikan ialah melestarikan kepercayaan nenek moyang yang jelas jelas berseberangan dengan nilai nilai tauhid seperti membuat sesajen untuk penunggu pohon keramat, dan sejenisnya. Inilah kesyirikan yang ditentang oleh para Nabi, salah satu asas dakwah atau agama para Nabi dan Rasul adalah tauhid. Jika seorang tauhidnya sudah menjadi kuat, maka dengan penuh keimanan saat ia membaca hukum ziarah kubur menurut Islam akan menerima dengan lapang dada. Banyak yang mengidentikkan sirik dengan syirik, jelas kedua istilah yang berbeda, yang pertama bermakna iri, sedangkan yang kedua bermakna menyekutukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *