Tafsir Al Quran Surat At Tin – Ustadz Ammi Nur Baits
Tafsir Al Quran merupakan penjelas Al Quran yang dibutuhkan bagi setiap muslim dan muslimah, khususnya tafsir Juz Amma: Tafsir yang memuat surat At Tin. Tahukah Anda, mengapa surat ini dinamai dengan At Tin? Surat At Tin dan artinya disajikan secara menarik oleh pemateri. Pada surat At Tin ayat 4 disebutkan, (artinya) “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” Dalam ayat ini disebutkan tentang proses penciptaan manusia. By the way, surat At Tin diturunkan di kota Makkah.
Membaca surat At tin terjemah yang sudah standarisasi kemenag memang menentramkan jiwa, dan pastinya ini dialami oleh setiap orang dari negara mereka berasal. Juz Amma adalah bagian terakhir dari juz Al Quran. Mentadabburi ayat Al Quran melahirkan ketenangan batin bagi pembacanya. Telah banyak dijumpai di pasaran berupa tafsir Al Quran Tematik yang tak kalah menarik dari tafsir-tafsir klasik. Tafsir Al Quran adalah metode yang diambil untuk memahami Al Quran sebagaimana datangnya. Tafsir Al Quran Al Karim telah memberikan sumbangsih terbaiknya untuk umat.
Ustadz Ammi Nur Baits hafizahullah menyajikan surat At Tin ini yang di awali dengan sumpah; sumpah dengan buah Tin dan Zaitun. Banyak pula didapati Allah Ta’ala bersumpah dengan makhluk-makhluk-Nya: Demi Masa, Demi Matahari, dan selainnya. Adakah yang tahu mengapa Makkah disebut kota yang aman? Anda dapat mengetahui jawabannya dalam video ini. Pun, demikian dengan proses penciptaan manusia dalam ayat ke-4, lalu disusul dengan tarhib berupa ancaman masuk Neraka bagi mereka yang ingkar! Ingakar kepada hari berbangkit. Setelah itu disebutkan tentang pahala. Pahala adalah ganjaran yang diterima oleh seseorang dengan ketaatannya seperti melakukan amal shaleh yang sesuai syarat-syaratnya. Oleh karena itu, ia berhak mendapat pahala yang tidak putus sepanjang waktu.
Di antara kandungan surat At tin ialah iman kepada hari Akhir, hari di mana selesai sudah babak pengumpulan amal manusia selama ia hidup di dunia, lantas menuju sidang yang agung, “Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?”. Al Hakim artinya pemberi keputusan yang paling bijaksana. Dalam tafsir ayat ini disebutkan, “Bukankah Allah yang menetapkan hari tersebut sebagai hari penetapan keputusan diantara manusia dengan pemberian keputusan hukum yang paling bijaksana dalam segala apa yang dia ciptakan? tentu,apakah manusia dibiarkan begitu saja,tidak diperintah dan tidak dilarang,tidak diberi pahala dan tidak dihukum? hal itu tidak benar dan tidak mungkin.” (tafsirweb)
Leave a Reply