Berdalil dengan Mayoritas! (Masail Jahiliyah, Eps. 06) – Ustadz Afifi Abdul Wadud
Memasuki poin setelahnya … Masail Jahiliyah yang kita kaji, semakin menarik untuk terus dibahas dan diulang-ulang penyebutannya. Kali ini masih ada hubungannya dengan poin sebelum ini yaitu taklid. Lawan dari taklid adalah ittiba. Ittiba adalah mengikuti apa yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sifatnya ta’abuddiyah. Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa masyarakat jahiliyah berdalil dengan mayoritas. Apa yang diyakini kebanyakan orang, maka itulah yang benar!
Tidak bisa kita contohkan (contoh perbedaan pendapat ilmiah) dalam bab ini, sebab yang dimaksudkan ialah beda pendapat dalam hal yang prinsipil yaitu bab agama. Kali ini, kita akan mengupas tuntas perihal pengertian taqlid dan teori kebenaran menurut Islam yang banyak diselisihi masyarakat jahiliyah pada masa lampau. Taqlid adalah upaya seseorang bertahan dengan keyakinan yang dianutnya tanpa disertai ilmu.
Teori mayoritas adalah kebenaran, sangat berseberangan dengan apa yang diungkapkan oleh Al-Qur’an (baca: sebab mengikuti kebanyakan manusia sesat ujungnya). Demikian halnya dengan hadits tentang kebenaran. Semuanya menunjukkan bahwa kesyirikan bukanlah agama, melainkan noda yang merusak citra agama Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Bagaimana kita mengetahui ini benar dan ini salah? Maka jawabannya ialah dengan mendekat dengan ilmu agama. Kita kenali ciri ciri ilmu yang datangnya dari Rasulullah yang dikenal dengan hadits.
Dan dalam pembahasan ini masih menyoal pengertian jumud. Jumud ialah kebekuan dalam bab berpikir, hal ini masuk ke dalam ranah ijtihad (biasanya). Akan tetapi dalam tema kita ialah jumud dalam menerima kebenaran Islam. Cara melawan jumud ialah dengan ittiba rasul. Ittiba Rasul adalah mengikuti setiap keyakinan, ucapan, dan perbuatan Rasululullah yang bersifat ibadah. Dan sampai bab ini, tentunya Anda sudah mengetahui tentang hukum taqlid, apabila hujjah telah ditegakkan.
Hujjah adalah argumen yang disampaikan kepada seseorang yang didakwahi. Sedangkan khilafiyah adalah perbedaan pendapat yang dilakukan oleh para ulama. Hujjah berasal dari wahyu. Fungsi wahyu ialah membenarkan risalah. Wahyu menurut Islam datangnya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Masih kita ulang kembali, sejarah zaman jahiliyah. Di mana padanya kita dapati orang yang mengenal Allah telah mencampurnya dengan kesyirikan kecuali orang yang dirahmati oleh-Nya.
Adakah Anda ingat bahwa agama para Nabi dan Rasul itu satu; menyerukan beribadahlah kepada Allah dan jauhilah kesyirikan. Dan salah satu penyebab kesesatan ialah berbicara tanpa ilmu.
Leave a Reply