Fiqih Syafi’i – Kitab Safinatun Najah 04: Makna Rukun Islam dan Penjelasannya – Ustadz Aris Munandar, M.P.I
Kembali kita lanjutkan video Yufid Edu belajar ilmu fiqih dasar madzhab Syafi’i bersama Ustadz Aris Munandar hafizhahullah, dari Kitab Safinah dengan syarah Kitab Nailur Roja. Video Yufid Edu kali ini masuk dalam pembahasan Rukun Islam, termasuk makna rukun Islam dan penjelasannya dari segi makna bahasa hingga makna secara istilah syar’i. Disebutkan dalam hadits rukun Islam bahwa rukun islam ada 5, yaitu syahadat, sholat, Zakat, Puasa Ramadhan, dan Haji. Rasulullah ﷺ bersabda:
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، وَ إِقَامِ الصَّلَاةِ ، وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَ حَجِّ الْبَيْتِ ، وَ صَوْمِ رَمَضَانَ .رواه البخاري و مسلم
“Islam dibangun di atas lima:
(1) persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah,
(2) mendirikan shalat,
(3) menunaikan zakat,
(4) naik haji, dan
(5) puasa Ramadhan.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Penulis Nailur Roja memulai dengan menjelaskan pengertian rukun Islam dan makna rukun Islam. Arti rukun secara bahasa adalah sesuatu yang pokok. Arti rukun secara istilah adalah bagian pokok dari hakikat sesuatu. Sesuatu tersebut tidak akan ada tanpa adanya rukun-rukun nya. Sedangkan Islam artinya kepatuhan terhadap hukum-hukum syar’i beserta permasalahan batin, i’tiqad (keyakinan), dan aqidah. Dengan demikian, pengertian rukun Islam adalah bagian bagian yang tidak akan terwujud hakikat Islam (hakikat agama Islam) kecuali dengan adanya rukun rukun tersebut. Seseorang tidak sah keislamannya kecuali dengan 5 syarat, yakni berakal, baligh, tidak ada paksaan (atas kemauan sendiri), mengucapkan kalimat syahadatain, dan secara berurutan dalam mengucapkan kalimat syahadatain (pertama bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, kemudian bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah). Adapun orang yang lahir dari orang tua yang muslim maka tidak disyaratkan untuk mengucapkan syahadatain. Penulis Nailur Roja kemudian menjelaskan makna syahadat, yakni sebatas yakin dan meyakini. Makna syahadat ini bertentangan dengan penjelasan beliau dalam syarat sah nya keislaman seseorang. Bisa jadi hal ini karena pengaruh aqidah Asy’ariyah yang menyatakan bahwa Iman itu sekedar yakin dan percaya. Adapun Iman menurut ahlussunnah wal jamaah mencakup 3 unsur keimanan, yakni mengikrarkan dengan lisan, meyakini dengan hati, dan mengamalkan dengan anggota badan.
Lanjut ke makna rukun Islam ke 2, yakni menegakkan sholat. Arti shalat secara bahasa adalah doa (akan tetapi hal ini bertentangan dengan keterangan beliau dalam muqaddimah). Adapun penjelasan beliau terkait menegakkan sholat adalah senantiasa dan terus menerus mengerjakan sholat dengan semua rukun dan syarat nya. Kemudian makna rukun Islam ke 3, yakni membayar Zakat. Arti zakat adalah sesuatu yang dikeluarkan dari badan/harta dengan tata cara tertentu. Adapun makna rukun Islam ke 3 menurut beliau adalah memberikan zakat kepada orang-orang yang berhak mendapatkan zakat yang ada selama memungkinkan untuk memberikannya.
Demikian, insyaAllah kita lanjutkan belajar Ilmu Fiqih Dasar Kitab Safinatun Najah pada video Yufid Edu berikutnya terkait makna rukun Islam dan penjelasannya. Semoga Allah Ta’ala jadikan kita agar bisa istiqomah menyimak kajian Kitab Safinatun Najah ini sampai akhir dan menjadikannya sebagai ilmu yang bermanfaat.
Baarakallahu fiikum
Leave a Reply