Serial Kitab Tauhid Eps. 58: Bab 56 – Hanya Memohon Jannah – Ustadz Afifi Abdul Wadud
Sebuah cita-cita yang mulia bagi seorang muslim yaitu diberikan nikmat berupa melihat wajah Allah di Surga, itulah sebesar-besar kenikmatan sebagaimana dituturkan dalam hadits-hadits yang berbicara tentang sifat-sifat Allah. Allah Ta’ala mempunyai wajah, wajah Allah dalam Al Quran disebutkan dalam sebuah ayat, “Kullu haalikun illa wajhah (semuanya kan binasa kecuali Wajah Allah)”
Cara masuk Surga telah dijelaskan oleh Rasulullah. Surga dan Neraka dalam Islam bukan suatu khayalan layaknya klaim dari orang-orang yang tidak percaya akan akhirat! Surga dan Neraka adalah haq kama qala Rasulullah dan yang meyakininya berhak masuk ke dalam Surga, “Barangsiapa yang bersyahadat (bersaksi) bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, dan ‘Isa adalah hamba dan rasul-Nya, dan kalimat yang disampaikan-Nya kepada Maryam serta ruh dari-Nya, dan bersaksi bahwa surga dan neraka benar adanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, sesuai amal yang telah dikerjakakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Masih dalam bab yang terkait dengan mengenal sifat-sifat Allah, salah satunya ialah ridha. Tidak kita sangsikan lagi bahwa tiap muslim mengharap ridho Allah kapanpun dan di manapun. Ridha Allah adalah karunia bagi hamba-hamba-Nya yang bertauhid. Seorang yang bertauhid tidak mengelak jika ia diminta untuk ber doa minta Surga Firdaus; Surga tertinggi yang layak diminta; Allahumma adkhilni Jannah wa ‘audzubika minannarr.
Urusan akhirat adalah urusan number wahid bagi setiap muslim. Dalam hadits tentang dunia dan akhirat disebutkan bahwa akhirat lebih kekal daripada dunia. Bahkan secara tegas menyebutkan hadits tentang hinanya dunia; dunia diibaratkan bagai seonggok bangkai kambing yang terpotong telinga kirinya. Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang menyebutkan demikian.
Sudah menjadi keinginanpula, bila kita mampu masuk Surga tanpa hisab dan dijauhkan dari masuk Neraka. Masuk Surga penuh dengan halang rintang yang menghadang di antaranya Surga itu dihijabi dengan hal-hal yang dibenci, “Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan Neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim). Oleh karena itu, memerlukan perjuangan ekstra.
Hal lain yang harus diperjuangkan ialah seseorang bisa masuk Surga sekeluarga menuju Jannah atau Surga tempat kekekalan. Inilah saatnya kita menancap gas dan road to Jannah ….
Leave a Reply