Kajian Kitab: Kitab Tauhid, Pertemuan 18 (Larangan Beribadah di Sisi Kuburan) – Ustadz Sa’id Abu Ukkasyah

Diriwayatkan dalam shahih Bukhori dan Muslim, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha bercerita kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam tentang gereja yang ia lihat di negeri Habasyah (Ethiopia), yang didalamnya terdapat gambar-gambar, maka Rasulullah bersabda:

“أولئك إذا مات فيهم الرجل الصالح، أو العبد الصالح بنوا على قبره مسجدا، وصوروا فيه تلك الصور، أولئك شرار الخلق عند الله “.

”Mereka itu, apabila ada orang yang shalih atau hamba yang shalih meninggal, mereka membangun di atas kuburannya sebuah tempat ibadah, dan mereka membuat didalamnya gambar-gambar, dan mereka sejelek-jelek makhluk disisi Allah”. Mereka dihukumi beliau sebagai sejelek-jelek makhluk karena mereka melakukan dua fitnah sekaligus, yaitu fitnah memuja kuburan dengan membangun tempat ibadah diatasnya dan fitnah membuat gambar-gambar ( patung-patung ).

Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Aisyah juga berkata : ketika Rasulullah akan diambil nyawanya, beliaupun segera menutup mukanya dengan kain, dan ketika nafasnya terasa sesak maka dibukanya kembali kain itu. Ketika beliau dalam keadaan demikian itulah beliau bersabda:

“لعنة الله على اليهود والنصارى، اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد”

“Laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yahudi dan Nasrani, yang telah menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai tempat peribadatan”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *