Kajian Kitab: Kitab Tauhid, Pertemuan 15 (Ghuluw Kepada Orang Shalih) – Ustadz Sa’id Abu Ukkasyah

Di antara dalil yang melarang perbuatan ini adalah firman Allah yang artinya,

“Dan mereka (Kaum Nabi Nuh) berkata, “Jangan kamu sekali-kali meninggalkan sesembahan-sesembahan kamu dan (terutama) janganlah sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, Suwa, Yaghuts, Ya’quq, maupun Nasr.”
(QS. Nuh: 23).

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Ini adalah nama-nama orang shalih dari kaum Nuh. Ketika mereka meninggal, syetan membisikkan kepada kaumnya, ‘Buatlah patung-patung di bekas majelis-majelis pertemuan mereka (sebagai simbol dan untuk mengenang keshalihan mereka), kemudian namailah patung-patung tersebut dengan nama-nama mereka’. Maka kaumnya melaksanakannya dan belum menyembah patung-patung tersebut. Ketika mereka meninggal, dan telah hilang ilmu, maka patung-patung tersebut disembah oleh generasi setelahnya.”
(Diriwayatkan oleh Bukhari, hadist no.4920).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *