Rambu – Rambu Bid’ah (Kitab Mi’yarul Bid’ah) Eps. 03A – Ustadz Aris Munandar
Bid’ah bagi sebagian orang adalah bahasan tabu, apalagi di zaman ini, hingga ada yang menyatakan, “Antum itu bid’ah dari ujung rambut sampai ujung kaki” (Subhanallah). Macam-macam bid’ah dan contohnya bukan barang baru bagi penuntut ilmu. Hal tersebut telah masyhur dalam pembahasan mereka. Sebut saja kita al-I’tishom dan selainnya yang memaparkan hal ini dengan gamblang (mulai dari pembahasan; yasinan; qunut; yasinan dan tahlilan; bid’ah baik; bid’ah aqidah; bid’ah adalah sesat; bid’ah haqiqiyah; bid’ah menurut imam mazhab; bid’ah ada dua; bid’ah ada dua macam; bid’ah terbagi 5; bid’ah lughawi; bid’ah finnar; bid’ah secara etimologi; bid’ah baik; bid’ah hasanah; dan yang semisalnya).
Bid’ah secara lughawi adalah mengada-ada sesuatu yang baru. Sedangkan bid’ah secara etimologi adalah Setiap hal yang diada-ada dalam agama Allah yang sama sekali tidak mempunyai landasan dalil, baik dalil yang umum ataupun yang khusus. (Qawa’id Ma’rifatil Bid’ah).
Bid’ah termasuk dosa besar… dewasa ini malah ada Bid’ah Cinta, sebuah movie yang bercerita tentang sepasang sejoli yang saling mencintai dan tidak memperdulikan masalah ‘”bid’ah”, dan kajian ini tentu saja tidak ada kaitannya dengan film tersebut. Sekedar informasi saja, bahwa Bid’ah bisa menjadi inspirasi dunia perfilman nusantara.
Dan pembahasan ini (Kitab Mi’yarul Bid’ah) meruapakan karya dari Syaikh Muhammad bin Husain al-Jizani hafizahullah. Mari kita simak pemaparan lebih lanjut tentang bid’ah, agar Anda paham dan tidak mudah tersulut emosi jika ada hal baru yang dikritisi. Dan juga akan menumbuhkan rasa lapang dada dalam memberikan udzur kepada saudara sesama muslim.
Leave a Reply